Bahan Olahan Karet

LAPORAN PRAKTIKUM
Tekologi Pengolahan Karet
Acara Ke-3

A. TUJUAN PRAKTIKUM
Agar mahasiswa dapat menentukan kebersihan bokar dari bahan non rubber.
B. DASAR TEORI
Bahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohon karet. Yang termasuk bahan olah karet adalah lateks kebun, sheet angin, slab tipis dan lump segar yang dibagi berdasarkan pengolahannya. Lateks kebun merupakan cairan getah yang dihasilkan dari proses penyadapan pohon karet dan belum mengalami pengolahan sama sekali. Lateks kebun yang baik harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. Disaring dengan saringan berukuran 40 mesh.
b. Tidak terdapat kotoran atau benda-benda lain seperti daun atau kayu.
c. Tidak bercampur dengan bubur lateks, air ataupun serum lateks.
d. Warna putih dan berbau karet segar.
e. Lateks kebun mutu I mempunyai kadar karet kering 28% dan lateks kebun mutu 2 mempunyai kadar karet kering 20%.(Anonym,2010)
Mutu bahan olah karet rakyat (bokar) sangat menentukan daya saing karet alam Indonesia dipasar International. Dengan mutu bokar yang baik akan terjamin permintaan pasar jangkan panjang. Mutu bokar yang baik dicerminkan oleh Kadar Kering Karet (KKK) dan tingkat kebersihan yang tinggi. Upaya perbaikan mutu bokar harus dimulai sejak penanganan lateks di kebun sampai dengan tahap pengolahan akhir. Dalam rangka perbaikan mutu bokar, pemerintah telah menetapkan SNI – Bokar No.06 – 2047 – 2002 tanggal 17 oktober 20 dengan kriteria nilai KKK, kebersihan, ketebalan, dan jenis bahan bekuan. (Sunarti, 2008)
Bokar yang bermu tu tinggi harus memenuhi beberapa persyaratan teknis yaitu:
a. Tidak ditambahkan bahan – bahan Non karet.
b. Dibekukan dengan asam format/semut atau bahan lain yang dianjurkan dengan dosis yang tepat
c. Segera digiling dalam keadaan segar
d. Disimpan ditem pat yang teduh dan terlindung
e. Tidak direndam dalam air.
Dalam rangka perbaikan mutu bokar, pemerintah telah menetapkan SNI – Bokar No.06 – 2047 – 2002 tanggal 17 oktober 20 dengan kriteria nilai KKK, kebersihan, ketebalan, dan jenis bahan bekuan. Bokar yang bermutu tinggi harus memenuhi beberapa persyaratan teknis yaitu:
a. Tidak ditambahkan bahan – bahan Non karet
b. Dibekukan dengan asam format/semut atau bahan lain yang dianjurkan dengan dosis yang tepat
c. Segera digiling dalam keadaan segar
d. Disimpan ditempat yang teduh dan terlindung
e. Tidak direndam dalam air. (Kaban, 2002)
Bahan olah karet rakyat :
1. Lum Mangkuk : adalah lateks kebun yang dibiarkan membeku secara alamiah dalam mangkuk, pada musim penghujan untuk mempercepat proses pembekuan lateks ditambahkan asam format/semut atau bahan lainnya.
2. Lum Bambu : adalah sistem pembekuan lateks dengan menggunakan tabung bambu dengan penambahan asam format/semut atau bahan lainnya
3. Sleb/Lum Deurob ( Asap Cair ) : lateks ditambahkan pembeku Deorub dengan perbandingan 1 0 : 1 , pembeku deorub telah ditemukan oleh balai penelitian sembawa yang berfungsi sebagai pembeku lateks , mencegah, dan menutup bau busuk pada bekuan, mempertahankan nilai Po & PRI, memberikan aroma asap yang khas serta bewarna cokelat.
4. Sleb Tipis dan Sleb Giling : Bahan olah karet rakyat pada umumnya dalam bentuk Sleb tipis dan giling cara pembuatan yang umum dilakukan adalah dengan mencampurkan lateks dengan lum mangkok kemudian dibekukan dengan asam format atau semut didalam bak pembeku yang berukuran 6 0cm x 40 cm x 6 cm tanpa perlakuan penggilingan, bahan olahan ini lebih disukai karena mutu yang dihasilkan seragam dengan Kadar Karet Kering (KKK) sekitar 50%, tidak ada resiko penurunan mutu serta muda didalam pengangkutan .
5. Blanket : Sleb tipis dapat diolah menjadi blanket melalui penggilingan dengan mesin mini Creper, proses penggilingan dilakukan sebanyak 4 – 6 kali sambil disemprot air untuk menghilangkan kotoran yang terdapat didalam sleb, Blanket mempunyai Ketebalan sekitar 0,6cm – 1cm, dengan KKK sekitar 65% – 75%.
6. Sit Angin (Unsmoked sheet/USS : Sit angin adalah lembaran karet hasil bekuan lateks yang digiling dan dikering anginkan sehingga memiliki KKK 90 – 95 % proses pembuatn sit angin terdiri dari penerimaan dan penyaringan lateks, pengenceran, pembekuan, pemeraman, penggilingan, pencucian, penirisan, dan pengiringan.
7. Sit Asap ( Ribbed Smoked Sheet/RSS ) : Proses pengolahan Sit Asap dengan pembeku asam format/semut hamper sama dengansit angin, bedanya terletak pada proses pengeringan, yaitu pada sit asap dilakukan pengasapan pada suhu yang bertahap antara 40 derajat – 60 derajat celcius selama 4 hari . Klasifikasi Sit Asap menjadi RSS 1, RSS 2, RSS 3, dan cutting dilakukan setelah proses pengeringan, keuntungan yang diperoleh RSS dapat langsung diekspor atau sebagai bahan baku industri barang jadi karet, mutu produk seragam dan konsisten, harga paling tinggi dibandingkan jenis bokar yang lain.
8. Lateks Pekat : Lateks Pekat adalah lateks kebun yang dipekatkan dengan cara pusingan atau didadihkan dari KKK 28%30 % menjadi KKK 60 % – 64 % , pengolahan lateks pekat melalui beberapa tahap yaitu penerimaan dan penyaringan lateks kebun,pembuatan larutan. ( Anonim, 2009)
C. ALAT DAN BAHAN
a. Alat :
1. Talenan
2. Pisau
b. Bahan :
1. Karet jinton (lump)
D. CARA KERJA
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil lump yang telah direndam di dalam air
3. Iris lump pada beberapa bagian.
4. Amati bagian yang telah diiris adanya kotoran dan bagian yang bersih.
5. Bentuk kotoran berupa kayu, pasir, kadar besi, tanah, serta sampah dedaunan.
6. Catat hasil pengamatan dalam bentuk tabel.
7. Beri tanda plus (+) pada tabel pengamatan pada bagian lump yang terdapat kotoran.
8. Semakin banyak tanda + berarti kadar kotoran semakin banyak.

E. HASIL PENGAMATAN
Tabel pengamatan data kelas
Kelompok Kebersihan Keterangan
1. + + Tanah, tatal
2. + + + Tanah, daun, kerikil, pasir
3. + + + Kayu, rambut, tanah, daun
4. + + Kayu, daun, pasir

Keterangan :
+ + + = Banyak kotoran
+ + = Sedang
+ = Sedikit

F. PEMBAHASAN
Bokar atau bahan olah karet merupakan proses pengolahan pembuat lateks kebun atau cairan getah secara alami tanpa ada pengolahan sama sekali seperti tidak ada penambahan koagulan kimia seperti asam semut dan koagulan yang alami dan tingkat kebersihan yang tinggi dengan dicerminkan oleh Kadar Kering Karet (KKK) sebagai Mutu bokar yang baik. Yang termasuk bahan olah karet adalah lateks kebun, sheet angin, slab tipis dan lump segar yang dibagi berdasarkan pengolahannya. Pada praktikum kita ditujukan untuk menentukan ada tidaknya kotoran yang terdapat dalam bokar akibat perlakuan yang disengajakan oleh para petani karet atau tidak disengaja akibat seperti dipengaruhi angin. Penentuan pengujian ini supaya pada proses pengolahan pembuatan SIR murni menggunakan bokar yang berasal dari karet, tidak adanya tercampur sampah yang dapat menurunkan kwalitas pengolahan SIR.
Pada pengujian yang telah dilakukan yaitu cara fisik yaitu dengan membelah sebagian bokar dan melihat serta menghitung kotoran yang terdapat dalam bokar. Pada tabel pengamatan diatas dapat dilihat dengan hasil pengujian setiap kelompok dengan bahan yang berbeda, kelompok 2 dan 3 banyak mengalami kadar kotoran dengan ditandai + + + yang berarti banyak terdapat kotoran. Kemudian kotoran yang terkandung kedalam bokar yakni tanah, daun, kerikil, kayu, pasir, serta rambut. Terdapatnya kotoran ini mungkin diberi perlakuan sengaja oleh petani karet agar mendapatkan berat yang begitu besar. Adanya ini akibat penjualan harga bokar begitu murah jika dengan bentuk lainya. Sehingga dengan penambahan kotoran para petani mendapat keuntungan yang besar. Akan tetapi pada pengusaha dengan menggunakan cara ini sangatlah tidak diinginkan karena dapat merusak kwalitas dalam proses pembuatan SIR dan proses selanjutnya seperti pembuatan produk berupa ban mobil, motor, sepeda dan produk lainnya. Pada kelompok 1 dan 4 kotoran yang terdapat sangat sedikit berupa tanah dan daun kering sedikit pasir diakibatkan pada tempat penyimpanan yang areal terbuka
G. KESIMPULAN
Dari uraian pembahasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni :
1. Bokar atau bahan olah karet merupakan proses pengolahan pembuat lateks kebun atau cairan getah secara alami tanpa ada pengolahan sama sekali untuk mendapatkan tingkat kebersihan yang tinggi dengan dicerminkan oleh Kadar Kering Karet (KKK) sebagai Mutu bokar yang baik.
2. Bahan-bahan yang terdapat dalam bokar yang rusak berupa pasir, tanah, kayu, kerikil dan lain-lain.
3. Terdapatnya kandungan kotoran dalam bokar adanya perlakuan sengaja para petani karet agar mendapatkan keuntungan dan akibat pengaruh alam seperti hembusan angin
4. Perlakuan yang sengaja diberikan petani dengan menambahkan kotoran pada bokar untuk mendapatkan keuntungan yang besar karena harga jual bokar amat keci atau murah.
5. Pada tabel pengamatan pengujian ini kelompok 2 dan 3 banyak terdapat kadar kotoran bokar dengan jenis kotoran tanah, pasir, kayu, kerikil dan daun kering
6. Adanya kotoran yang terdapat dalam bokar dapat merusak kwalitas dalam pengolahan SIR dan proses selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym, 2009. Pengolahan Bahan Olahan Karet Rakyat (Bokar). http://www.antakowisena.com/artikel/pengolahan-bahan-olahan-karet-rakyat-bokar.html. diakses pada tanggal 16 desember 2011
Anonim, 2010. Bahan olah karet. http://www.tekno-perta.com/doc /2010/ ketentuan-bahan-olah-karet.html diakses 16 desember 2011
Kaban, jamaran. 2002. Diklat teknologi pengolahan karet, universitas sumatera utara. FMIPA. Medan.
Sunarti, 2008. http://nhart-sunarti-php-yahoo.com.blogspot./doc/2010/16/ mutu-bahan-olah-karet.html diakses 16 desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s